Minggu, 24 Februari 2013

PEMBENTUKAN ALAM SEMESTA




PEMBENTUKAN ALAM SEMESTA

Menurut Al-Qur’an
Dalam Quran surat Al-Anbiya (surat ke-21) ayat 30 disebutkan:
أَوَلَمۡ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ ڪَانَتَا رَتۡقً۬ا فَفَتَقۡنَـٰهُمَا*ۖ وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَىۡءٍ حَىٍّ*ۖ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ (٣٠)
“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”

Lalu dalam Quran surat Fussilat (surat ke-41) ayat 11 Allah berfirman:
ثُمَّ اسۡتَـوٰۤى اِلَى السَّمَآءِ وَهِىَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلۡاَرۡضِ ائۡتِيَا طَوۡعًا اَوۡ كَرۡهًا ؕ قَالَتَاۤ اَتَيۡنَا طَآٮِٕعِيۡنَ‏ ﴿۱۱
“Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.
Terdapat fakta baru tentang ayat-ayat dalam Al-Quran yang menyebutkan 3 kelompok benda yang diciptakan(Nya) di alam semesta yakni
   1. benda-benda yang berada di langit,
   2. benda-benda yang berada di bumi
   3. benda-benda yang berada di antara keduanya
.
Hal ini dapat ditemukan  pada beberapa surat yaitu surat Toha (surat ke-20) ayat 6 :
لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَمَا تَحۡتَ الثَّرٰى‏ ﴿۶
“Kepunyaan-Nya lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah”

 Al-Furqan (surat ke-25) ayat 59 yang artinya:
اۨلَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِىۡ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسۡتَوٰى عَلَى الۡعَرۡشِ *ۛۚ اَلرَّحۡمٰنُ فَسۡـَٔـــلۡ بِهٖ خَبِيۡرًا‏ ﴿۵۹
“Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa…”

surat Al-Sajda (surat ke-32) ayat 4 yang artinya:
اَللّٰهُ الَّذِىۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِىۡ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسۡتَوٰى عَلَى الۡعَرۡشِ*ؕ مَا لَكُمۡ مِّنۡ دُوۡنِهٖ مِنۡ وَّلِىٍّ وَّلَا شَفِيۡعٍ*ؕ اَفَلَا تَتَذَكَّرُوۡنَ‏ ﴿۴
“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa…”

 surat Qaf (surat ke-50) ayat 58 yang artinya:
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا فِىۡ سِتَّةِ اَيَّامٍ*وَّمَا مَسَّنَا مِنۡ لُّغُوۡبٍ‏ ﴿۳۸
“Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikit pun tidak ditimpa keletihan”

Dari surat-surat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa :
1.      Proses terjadinya alam semesta tidak terjadi dengan sendiri tetapi ada yang membuat yakni Allah SWT.
2.   Proses terbentuknya alam semesta dimulai dari gumpalan asap (...suatu yang padu) yang kemudian terpecah/pemisahan massa menjadi berbagai macam bentuk benda di alam semesta.
3.   Proses terciptanya jagat raya berlangsung dalam 6 periode atau masa dimana tahapan dalam proses tersebut saling berkaitan.

Ada beberapa teori yang dikemukakan oleh para ilmuwan akan terciptanya alam semesta, di antaranya :
1.       Teori Nebular/Awan Debu/Kabut
Teori ini pertama kali dikembangkan oleh Kant dan Ferre Simon De Laplace pada tahun 1796. Menurut teori ini mula-mula terdapat kabut gas dan debu atau yang disebut dengan nebula. Kabut gas ini sebagian besar terdiri dari hydrogen dan sedikit Helium. Nebula ini mengisi alam semesta. Karena proses pendinginan, kabut gas tersebut menyusut dan mulai berputar secara perlahan. Semakin lama putaran tersebut semakin cepat sehingga bagian tengah kabut berubah menjadi gumpalan gas yang kemudian membentuk matahari, planet-planet, dan benda lainnya.
Carl Font Wisaiker juga mengemukakan bahwa alam semesta terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Lebih 5000 juta tahun yang lalu, salah satu gumpalan awan itu mengalami pemanpatan. Pada proses pemanpatan itu partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat awan dan membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin. Lama-kelamaan gumpalan gas memipih dan membentuk cakram yang tebal di bagian tengah dan tipis di bagian tepinya. Bagian tengah cakram gas itu berpilin lebih lambat dari bagian tepinya. Partikel-partikel di bagian tengah itu kemudian saling menekan sehingga menimbulkan panas dan menjadi pijar. Bagian inilah yang kemudian menjadi matahari. Terlepas dari itu, bagian luar berpusing sangat cepat, sehingga terpecah menjadi gumpalan gas dan debu yang lebih kecil. Bagian inilah yang kemudian membeku dan menjadi sturuktur alam semesta.
2.       Teori Bintang Kembar
Teori bintang kembar pertama kali dikemukakan oleh astronom Inggris bernama Lyttleton. Menurut teori ini, dimungkinkan dahulu matahari merupakan pasangan bintang kembar. Dikarenakan suatu hal maka salah satu bintang meledak dan oleh gaya tarik gravitasi bintang satunya (matahari yang sekarang), pecahan tersebut tetap berada di sekitar dan beredar mengelilinginya.
3.       Teori Ledakan
Teori ini disebut dengan teori Big Bang. Gamo Alfhor dan Herman mengatakan pada saat ledakan maha dahsyat itu terjadi, semua materi terlempar ke seluruh jagat raya ke semua arah yang kemudian membentuk bintang-bintang dan galaksi, karena tidak mungkin materi seluruh alam itu berkumpul di suatu tempat dalam ruang tanpa gaya grafitasi yang sangat kuat. Maka disimpulkan kemudian bahwa "Ledakan Besar" itu terjadi ketika seluruh materi Cosmos keluar dengan kerapatan yang sangat besar dan suhu yang sangat tinggi. Alam semesta lahir dari singolaritas fisis dengan keadaan ekstern.
4.       Teori Planetesimal
Thomas C. Chamberlin dan Fores R. Molton mengemukakan bahwa matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak. Pada suatu masa ada sebuah bintang berpapasan pada jarak yang tidak terlalu jauh. Akibatnya terjadilah peristiwa pasang naik pada permukaan matahari maupun bintang yang sebagian dari masa matahari itu tertarike arah bintang. Pada saat bintang menjauhi matahari, sebagian massanya jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian yang lain terhambur ke ruang angkasa sekitar matahari. Hal inilah yang dinamakan planetisimal yang kemudian menjadi struktur alam semesta.
5.       Teori Creatio Continua/Steady State Theory
Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bendi, dan Gold. Menurut teori ini alam semesta selamanya ada dan akan tetap ada, atau dengan kata lain alam semesta ini tidak bermula dan tidak akan berakhir. Setiap saat ada partikel yang dilahirkan dan ada yang lenyap. Partikel-partikel tersebut kemudian mengembun menjadi kabut-kabut spiral dengan bintang-bintang dan jasad-jasad alam semesta. Karena partikel yang dilahirkan lebih banyak daripada yang lenyap, maka jumlah materi makin bertambah yang mengakibatkan pengembangan alam semesta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar